Untitled Document
Untitled Document
03 Mei 2017
Pelaku Pembunuhan Pulomas Dilimpahkan Ke Kejaksaan

BERKAS perkara pembunuhan sadis di Pulomas statusnya dinyatakan lengkap atau P21 Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur. Tiga pelakunya dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. "Berkas perkara dan tersangka sudah dinyatakan P21, sudah kami limpahkan ke Kejaksaan hari ini," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana, Kamis, (27/4).

Sapta mengatakan, penyusunan berkas untuk ketiga tersangka, yakni, Erwin Situmorang, Bernius Sinaga dan Ridwan Sitorus alias Iyus Pane dilakukan secara hati-hari. Itu dilakukan agar jeratan hukum yang diberikan telah sesuai. Sehingga, kata dia, jaksa bisa melakukan tuntutan pidana dengan maksimal.

"Tidak ada kendala, hanya mungkin kondisi kesehatan para tersangka saja," ujarnya.

Menurut Sapta, meski telah berselang beberapa bulan setelah penangkapan, bukti dan dakwaan yang diberikan kepada ketiganya tetap sama. Para tersangka diduga melakukan perampokan dan pembunuhan yang dilakukan secara terencana. Polisi pun memberikan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

"Memang dari jauh-jauh hari kita sudah berkordinasi dengan JPU supaya menyempurnakan bekas. Tiga tersangka dikenakan pasal 340 jo 365," ujar Sapta.

Aksi perampokan ini sebelumnya dilakukan Ramlan Butarbutar dan kawanannya saat menyatroni rumah milik Dodi Triono di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur pada 26 Desember 2016. Komplotan perampok kambuhan ini menyekap seluruh penghuni rumah di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

Enam dari 11 orang yang disekap komplotan Ramlan tak dapat bertahan hidup karena kekurangan oksigen. Mereka tewas. Keenam korban itu masing-masing Dodi (pemilik rumah), Diona Arika Andra Putri (anak pertama Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (anak ketiga Dodi), Amel (teman Gemma yang sedang menginap saat kejadian), Sugianto (sopir), dan Tasrok (sopir).  Lima korban lain selamat. Mereka adalah Zanetta Kalila Amaria (anak kedua Dodi Triono), Fitriani, Emi, Nursanti alias Santi, dan Windy.

Ramlan ditangkap polisi bersama Erwin Situmorang, anak buahnya, Rabu, 28 Desember. Keduanya dicokok di rumah yang dikontrak Ronal Butarbutar, adik Ramlan, di Jalan Kalong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Ramlan tewas ditembak karena mencoba melawan saat ditangkap. Erwin juga ditembak tetapi masih hidup dan menjalani perawatan di RS Polri.

Tidak lama setelah penangkapan Ramlan dan Erwin, polisi menciduk Alfins Bernius Sinaga. Ia ditangkap di Perumahan Vila Mas, Bekasi, Jawa Barat, malam 28 Desember. Alfins juga ditembak di bagian kaki.

Alfins berperan sebagai sopir ketika kelompok Ramlan beraksi di rumah Dodi Triono. Polisi juga mencokok Ronal, adik Ramlan. Ia diduga menyembunyikan sang kakak dan anak buahnya, Erwin, di Bekasi. Pada 1 Januari pagi Ridwan dicokok saat hendak menaiki bus di Pul Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) Medan, Sumatera Utara. Ridwan menjadi pelaku terakhir yang ditangkap. (OL-6)

sumber


Video
Login
Id User
:
Password
:
Kalender

 

Februari 2020

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29
Tautan
Banner
Tautan
Hits
: 1549769
Pengunjung Hari Ini
: 67
Total Pengunjung
: 315377
Pengunjung Online
: 1
Tautan
Copyright © 2017. KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA TIMUR. All Rights Reserved.